11
A. Pengertian
Kista vagina adalah suatu kantong tertutup
pada dinding atau bagian bawah dinding vagina yang berisi cairan atau bahan
semi padat. Kista terjadi akibat tersumbatnya kelenjar atau salurannya sehingga
cairan terkumpul di dalamnya. Kista di vagina biasanya tidak nyeri. Ukurannya
bervariasi mulai dari seukuran kacang sampai seukuran buah plum. Sedangkan
Kista inklusi terjadi akibat trauma seperti akibat tindakan operasi. Kista
Gartner merupakan salah satu kista di vagina. Kista ini berasal dari sisa
saluran saat janin dalam perkembangan yang awalnya membesar kemudian
menghilang. Tetapi kadang-kadang kista ini lumayan membesar sehingga terlihat
dari luar vagina. Kista vagina biasanya tidak bergejala. Jika bergejala, maka
gejalanya hanya berupa pembengkakan kecil di dinding vagina, massa tumor keluar
dari liang vagina atau nyeri saat melakukan hubungan seksual. pemutih
badan tradisional
Kista vagina kadang
hilang dengan sendirinya. Jika tidak hilang, maka perlu dilakukan tindakan
operasi untuk membuangnya. Setelah operasi maka kista biasanya tidak akan
kambuh. Kista ini sering ditemukan secara tidak sengaja saat dilakukan
pemeriksaan panggul, dimana terlihat atau teraba adanya tumor di dinding
vagina. Biasanya dilakukan biopsi untuk menentukan apakah tumor jinak atau
ganas. Justru jika lokasi kista dekat dengan kandung kemih atau salurannya,
maka dilakukan pemeriksaan rontgen untuk memastikan kedua organ tersebut tidak
terkena.
B. Jenis Kista Vagina
Kista Inklusi
Ditemukan di vulva,
vagina atau perineum
1) Definisi
Suatu kantong
tertutup pada dinding atau bagian bawah dinding vagina yang berisi cairan atau
bahan semi padat. Kista terjadi akibat tersumbatnya kelenjar atau salurannya
sehingga cairan terkumpul didalamnya.
2) Etiologi
Merupakan salah
satu jenis kista yang biasanya terjadi di bagian vagina dan biasanya terjadi
akibat trauma seperti akibat tindakan operasi.
3) Gejala
Gejalanya hanya berupa
pembengkakan kecil di dinding vagina, massa tumor keluar dari liang vagina atau
nyeri pada saat melakukan hubungan seksual.
4) Pemeriksaan
a. Jika gejala-gejala yang timbul tidak hilang
maka lakukan operasi.
b. Setelah operasi simak kista biasanya tidak
akan kambuh.
c. Dilakukan pemeriksaan panggul.
d. Raba adanya tumor di dinding vagina.
e. Dilakukan biopsi untuk menentukan apakah
tumor jinak atau ganas.
f. ika lokasi kista
dekat dengan kandung kemih atau salurannya maka dilakukan pemeriksaan rontgen
untuk memestikan ke dua organ tidak terkena.
2. Kista Duktus Gardner
1) Definisi
Kista yang terletak
di dinding vagina (duktus gartner) yang berisi cairan atau bahan semi solid.
2) Etiologi
Kista gartner
berkembang di daerah duktus gartner, biasanya di dinding vagina. Duktus ini
aktif saat perkembangan janin namun biasanya menghilang setelah lahir. Pada
beberapa kasus, sebagian duktus ini terisi cairan yang berkembang menjadi
kista.
3) Gejala
Ganjalan di dinding
vagina dan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.
4) Pemeriksaan
a. Pada saat
pemeriksaan pelvis dapat dirasakan adanya tonjolan atau masa di dinding vagina.
b.Biopsy kadang
dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan kanker vagina, terutama jika teraba
keras.
c. Jika kista berlokasi dibawah uretra atau
vesika urinaria, pemeriksaan radiologi mungkin dilakukan untuk memastikan dan
menyakinkan bahwa kista tidak melibatkan struktur-struktur ini.
3. Kista Endometriosis
1) Definisi
Suatu keadaan
dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga
rahim. Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan
dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid
2) Etiologi
Kista endometriosis
salah satu jenis kista yang tidak ganas. Akan tetapi, kista ini menyebalkan
karena kerap kambuh dan dapat mengganggu kesuburan perempuan.
3) Gejala
- Rasa nyeri yang hebat saat haid.
- Perutnya bagian bawah terlihat membesar.
- Tidak nyaman saat melakukan aktivitas.
4) Pemeriksaan
- Suntikan hormone Gn-RH analog yang diberikan
selama enam bulan.
- Obat oral baru yang dapat diberikan selama
enam bulan yaitu anti estrogen anastrozol.
- Melakukan operasi jika sudah sangat
abnormal.
4. Kista Adenosis
1) Definisi
Kista adenosis
merupakan kista yang dapat tumbuh dibagian vagina. Bentuknya kistik, berisi
cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi
udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.
2) Gejala
- Nyeri sewaktu haid,
- Nyeri perut bagian bawah,
- Sering merasa
ingin buang air besar atau kecil,
- Dan pada keadaan
yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut.
- Untuk jenis kista
folikel, biasanya tidak memberikan rasa nyeri. Sehingga kebanyakan penderita
tidak menyadarinya.
-Namun, jika kista
pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang
bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.
3) Pencegahan
Dengan mengangkat
kista melalui operasi.
4) Penanganan
- Mengatasi Kista
dengan Laparoskopi
Laparoskopi
merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau
tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitarperut pasien. Satu
lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera
untuk memindahkan gambar dalam rongga perut kelayar monitor, sementara dua
lubang yang lain untuk peralatan bedah yang lain.
5. Kista yang
berada di daerah Vulva, meliputi :
1) Kista Sebasea
a. Definisi
Kista Sebasea (Kista Keratinosa)
adalah suatu kantung tertutup yang ditemukan tepat di bawah kulit dan
mengandung kulit mati, ekskresi kulit dan bagian-bagian kulit lainnya.
b. Etiologi
Kista sebasea
sering kali berasal dari selubung akar rambut (folilek) yang membengkak. Cedera
pada kulit juga bisa merangsang terbentuknya sebuah kista.
c. Gejala
§ Kista ini berukuran kecil dan bisa ditemukan
di bagian tubuh manapun.
§ Paling sering muncul di kulit kepala,
telinga, wajah, leher, punggung atau kantung zakar (skrotum).
§ Teraba kenyal dan mudah digerakkan, biasanya
tidak menimbulkan nyeri.
§ Warnanya bisa kekuningan atau berwarna
daging, jika pecah akan mengeluarkan bahan berminyak yang menyerupai keju.
§ Bisanya terjadi infeksi.
d. Pemeriksaan
Kista sebasea
biasanya dipecahkan dengan tusukan jarum atau sayatan pisau bedah dan isinya
dikeluarkan.
Jika terjadi
infeksi, sebelum kista diangkat melalui pembedahan, terlebih dahulu diberikan
antibiotic.
2) Kista Kelenjar Bartholini
a. Definisi
Kista yang terdapat
pada kelenjar barholini. Kelenjar bartolini merupakan salah satu organ
genitalia eksterna yang berfungsi untuk membasahi atau melicinkan permukaan
vagina pada saat terjadi hubungan seksual.
b. Etiologi
Penyumbatan pada
saluran kelenjar bartholini yang menyebabkan akumulasi cairan. Penyebab
penyumbatan diduga akibat infeksi atau adanya pertumbuhan kulit pada penutup
saluran kelenjar bartholini. Kista dapat terinfeksi, membentuk abses. Sejumlah
bakteri dapat menyebabkan infeksi, termasuk bakteri yang umum, seperti
Escherichia coli (E. coli), serta bakteri yang menyebabkan penyakit menular
seksual seperti gonore dan klamidia.
c. Gejala
§ Sebuah benjolan yang mungkin menimbulkan rasa
sakit di dekat lubang vagina.
§ Ketidaknyamanan sambil berjalan atau duduk.
§ Nyeri selama hubungan seksual.
§ Demam.
§ Sebuah kista atau abses bias any aterjadi
hanya pada satu sisi lubang vagina.
d. Pengobatan
§ MandiSitz
perendaman dalam
bak berisi air hangat (mandisitz) beberapa kali sehari selama tiga atau empat
hari membantu mengecilkan kista dan kista terinfeksi dan pecah.
§ Bedah drainase
Sebuah kista yang
terinfeksi atau sangat besar umumnya memerlukan drainase oleh seorang dokter.
§ Antibiotik
Jika kista
terinfeksi atau jika hasil tes menunjukkan penyakit menular seksual, dokter
akan meresepkan antibiotic untuk memastikan bahwa bakteri penyebab infeksi
mati. Tetapi jika abses dikeringkan dengan benar maka antibiotic tidak
diperlukan.
§ Marsupialization
Prosedur ini
digunakan oleh dokter jika kista sangat mengganggu dan kista kambuh kembali.
Metode ini biasanya efektif dalam mencegah kekambuhan.
C. Penyebab Kista
Vagina
1. Riwayat kista
vagina terdahulu
2. Siklus haid
tidak teratur
3. Menstruasi di
usia dini (11 tahun atau lebih muda)
4.Kista vagina
terjadi akibat tersumbatnya kelenjar atau salurannya sehingga cairan terkumpul
di dalamnya.
D. Patofisiologi
Kista Vagina
Tumor ini berasal
dari epitel permukaan ovarium invaginasi yang sederhana dari epitel germinal
sampai ke invaginasi disertai permukaan ruangan kista yang luas terjadi
pembentukan papil-papil kearah dalam tumor kistik.
E. Etiologi Kista
Vagina
Faktor yang
menyebabkan gajala kista meliputi;
1. Gaya hidup tidak
sehat. Diantaranya;
2. Konsumsi makanan
yang tinggi lemak dan kurang serat
3. Zat tambahan pada makanan
4. Kurang olah raga
5.Merokok dan
konsumsi alcohol
6. Terpapar denga
polusi dan agen infeksius
7. Sering stress
8. Faktor Genetik
F. Tanda dan Gejala
Kebanyakan wanita
dengan kanker ovarium tidak menimbulakan gejala dalam waktu yang lama. Gejala
umumnya sangat berfariasi dan tidak spesifik.
Pada stadium awal
gejalanya dapat berupa;
1.Gangguan haid
2. Jika sudah
menekan rectum atau VU mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih.
3.Dapat terjadi
peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan dan
sakit diperut.
4. Nyeri saat
bersenggama.
G. Tindakan
Pengobatan
Cara yang paling
efektif untuk mengatasi kista yaitu:
1.Dengan mengangkat
kista melalui operasi. Namun, tindakan pengobatan tersebut hingga kini belum
memberikan hasil yang memuaskan. Tindakan operasi pengangkatan kista tidak
menjamin kista tidak akan tumbuh kembali nantinya. Selama seorang wanita masih
memproduksi sel telur, maka potensi untuk tumbuh kista akan tetap ada. Namun,
dengan meningkatnya pengetahuan serta kesadaran kaum wanita saat ini untuk
memeriksakan organ reproduksinya merupakan langkah awal yang tepat untuk
mengurangi risiko terjadinya kista.
2. Mengatasi Kista
dengan Laparoskopi
Laparoskopi
merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau
tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu
lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera
untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua
lubang yang lain untuk peralatan bedah yang lain.
Penderita kanker
ovarium stadium dini dapat ditangani dengan operasi yang kemudian dilanjutkan
dengan terapi. Bila kanker ovarium telah memasuki stadium lanjut baru di
lakukan kemoterapi atau radiasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar